Ada dan Tiada

Ada dan Tiada

 

Bila saja engkau ingin mendengar

Akan kulebarkan daun telingamu seperti sente yang punya daun melebihi lebar daun telinga gajah....

Sebelum kuteriakkan betapa tulinya engkau mendengar caraku bicara padamu lama tanpa ada yang kau eja....

unduh selengkapnya...


Feeling Home

Bila tiada prakata dapat kau temukan 

Di tempat yang terasa asing bagimu di sini 

Bila tiada hatimu seketika mengerti kejelasan...

Akan tempat datangmu ini 

Ini sama sekali bukan isyarat pasti 

Agar engkau meninggalkan halaman ini 

Asalmu bukan dari darah sembarangan 

Bagi setiap orang dapat menjangkau semua bagian yang sudah sangat berumur...

Anggaplah dan nyamankanlah sejenak bagai dirimu ditengah hutan dan semuanya dalam kendalimu..

Siap untuk memangsa apa saja yang kau mau, tanpa ada rasa takut pada binatang pemangsa yang hidup di dalamnya, ....

Semua tunduk padamu , dan kemana langkah yang kau suka dapat kau tempuh.... karena inilah asalmu...

Mereka semua memilikimu dan engkau memiliki  mereka...

Engkau sudah dialiri darah tanpa pernah disadari olehmu, tiada seorang pun ingin mengatakan biru sebagai tanda kesedihan karena bagimu tiada sepadan....

Layak atau tidak dan bahkan dianggap berlebihan itu menjadi letak dan keadaan siapa dirimu sesungguhnya, atau akankah masih kau butuhkan lagi seseorang kuutus untuk mengatakan ini kepadamu, tentang siapa sebenarnya dirimu....


Pengayuh Sampan

Gerakannya selembut aliran angin 

Sore itu ....

Bila dipandangi air sekitar 

Dan juga yang dulalui 

Enggan mereka beriak....

Hingga lompatan ikan 

Berukuran sejengkal tangan 

Memecah keheningan suasana 

Seperti ingin mendengar cerita 

Mereka yang melewati tempatnya bermain 

Gelombang penasaran berjejal mengalirkan tanya...

Sambil mengayuhkan arah 

Kisah yang telah diturunkan moyangnya 

Berkelebat dengan sangat cepat 

Ditangkap tuang nuraninya 

Kini menuntun senyum kerendahan

Hati yang beranjak berkenan membagi 

Bayang aksara menghilang kala itu 

Kecuali telinga-telinga yang 

Semakin condong hampir tak sanggup 

Mempercayai apa yang sedang didengarnya 

"Ya begitulah sejak dulu 

Melewati bagian itu tadi 

Seperti itu kita sering dibuat 

Hanya mata kita yang bisa bicara

Kita seperti tidak mendengar apa -apa "

Dan tampak semua mata mencoba 

Merekrut memory miliknya pada kurun itu...

Lalu semua mengangguk angguk 

Dengan setia memasangkan telinga lagi 

"Konon sang penghuni sangat direndahkan karena tidak pernah menunjukkan senjata miliknya..., tetapi semua berubah memandangnya ketika terjadi porak poranda sekitar oleh angin beliung... ia mencabut sesuatu dari badanya lalu digunakan untuk menerima sehelai rambut yang melayang dan terjatuh dihadapannya.... Dan rambut itu terbelah ...  semua yang melihat tak bisa mempercayai itu.... apalagi tiba-tiba angin yang menakutkan itu pun menghilang.... "

Para pendatang... masih heran... penasaran menanti lanjutan kisahnya....

Sang pemandu melambatkan gerak kayuhannya, mengeja suasana yang ada , juga ekspresi setiap wajah yang menanti....

"Konon katanya, pindahnya angin itu tak lain or dalam perut orang - orang yang melintasi tempat itu.....".

Tak seberapa jauh dari tempat duduk sang pengayuh,tiba tiba terdengat "tuuuut " dari salah satu  pendengar yang setia sejak awal ...