pasangan

bahan bakar unggun

Unggun 

Apakah engkau anggun ?

Tidak...!

Engkau tidak demikian 

Kukira tidak tepat buatmu 

Apabila kata itu harus tersemat 

Buatmu...

Hangat?

Itu yang kukira lebih dekat 

Asal tidak terlalu mendekat 

Bila tidak menghendaki tersengat 


Bilakah ada pertanda 

Usai dua perapian harus kita alami 

Menyala dalam dua tempat

Yang jauh berada 

Hingga kini tetap memberi 

Sebuah rasa yang kita sebut 

tempat untuk kelayakan hangat 


Engkau seperti cerita kemustahilan

Ada dan perjalanan ini pun harus juga 

Berada di dekatmu 

Berbahan yang telah terbiarkan 

Oleh jaman yang seolah dihuni kepongahan 

Tidak terpikir saat keberangkatan 

Melangkah begitu saja 

Dengan apa adanya perbekalan 

Namun semua itu bagai kebetulan 

Mengalir begitu saja ditemukan 

Dikumpulkan hingga dipantikkan 

Menjelang gelap datang ditengah perjalanan ini...

Tempat yang memberi ruang 

Menyadari bahwa engkau memang

Sebagai sosok yang sangat layak 

Bukan saja untuk dikenang ....

Namun diberikan rasa say ang...









Trus Ganti

Randu Alas

Keadaan membuatku bertanya 

KepadNya sang pemandu langkah 

Itu menarik sekali...

"Yang mana ?" selahnya... lirih

Seperti ia membagikan salju 

Semakin banyak angin,

Semakin banyak lagi yang ditebarkannya 

Seolah enggan berkedip

Tidak ingin terlewatkan setiap momen...

Berterbangan dari tubuhnya setiap bagian tercerah memancarkan warna terindah menampakkan gairah di sekitarnya,

Walau berada berseberang lereng tanpa menyurut rasa ingin tahu...

"Apa itu ditanam Om?"

Dengan datar ia menjawab, "Kebetulan itu seperti namanya orang di sini bilang, randu alas, jadi jenis itu tumbuh sendiri".

🙄

Gituya...

Alas Halus

Tidak ada beda?

Siapa kata?

Peraduan yang sunyi....

Sejuk udara 

Sangat kurasa 

Kulenturkan tubuh saat terbangun 

Seperti gerak para yogis 

Melakukan lembut...

Sentuhan halus lembut kain 

Sebagai alas 

Menemani malam hingga pagi 

Yang datang dengan cerahnya 

Saat jendela kamar 

Telah terbuka 

Semakin nyata di sana 

Pukau indahnya langit....


Memilih Alas

Sekedar ada tempat

Bukan yang hebat 

Ia hangat bicara 

Sambil perlahan mendekat 

Lalu senyumannya 

Terasa sekali menjabat 

Semua itu sudah lewat 

Bukan tanpa prasyarat 

Aman di tempat ini 

Rebahan bebas 

Andai sesuka mau 

Juga ingin kau letakkan

Tebal dan warna yang kau suka

Tempat tidur empuk

Melewati semua 

Macam jenis dan ukuran 

Telah bertambah sudah 

Kini yang lain 

Mengisi ruang 

Akhir yang pernah ada 

Pada bagian muka 

Namun menghilang 

Memilih ringan nyamannya 

Cara dan waktu 

Untuk datang 

Menjadi bagian cerita...

Di sana ...

Tempat tidur rotan

Tanpa terlihat 

Disertakan dengannya 

Satu bagian 

Terkecil miliknya 

Ditinggalkan jauh 

Itu semua ditempat 

Aslinya berasal 


Seluruh kulitnya 

Halus  mengeras  dalam 

Oleh usianya 

Yang memadai 

Membungkus rapat 

Keuletan yang kuat 

Merupakan inti 

Daya pemikat mereka

Menjadikan pilihan 

Ringan bukan alasan  dibuat

Tapi penuh buktinya 

...


Roll siti on



@pa yang ...?
Please.... biarkan
ini telah terlewatkan 
kita bukan pemilik kesempurnaan

@pa yg tampak oleh mereka ..
menjadi nuansa pengisi suara hati 
saat kita akan melangkah bersama lagi 
kita sama dengan rumput -rumput 
yang kita lewati ini....
bagi mereka...

kita bisa kembali lagi
kesemua masa yang kita punya 
negeri orang bilang gayung bersambut 
mereka memilih dengan tepuk tangan 
disetiap letupan dengan kerapatan jeda itu 
membubungkan senyummu kian tampak 
mendekat 
bagai menghantar engkau 
akan segera bergandengan tangan 
di tempat yang lebih indah dan tinggi....

ada harap engkau semakin mengerti 
kini tiada yang tersisa lagi untuk dicari 
saat engkau telah memasuki 
tempat terbaik yang menjadi milikmu... 

                                               ðŸšœbbrp nyanyian.





 

Tempat tidur bambu

Diambil olehnya 

Satu bagian untuk dibawa 

Menjadi sebuah episode 

Olehnya pula 

Ia dijauhlan sudah 

Dari asal kerumunannya hidup 


Bayangkan saja ....

Ia yang dibawa telah dibuat 

Terbelah-belah seluruh tubuhnya 

Terlentang dengan kenampakan 

Jauh dari bentuknya yang asli 


Akankankah...

Yang merebahkan 

Beban tubuhnya diatasnya ...

Melihatnya .... ia tak akan bertanya

Padamu... yang mengerti 

Rongga miliknya 

Menyangga cerita hidup...

Telah jadi masa lalu 

"Jangan marah, rebahkan amuk dan murkamu di tempat yang tepat ini "

Andai ia bisa menyimpankan seluruh yang kau rasakan, ia akan bicara. Namun dengannya... aku belajar untuk kembali sadar, bahwa malam memang memiliki gelap.


tempat tidur besi

Ada yang menyukai bahan 

Untuk dibicarakan 

Dan ads juga yang suka 

Lalu juka ikutan 

Untuk membicarakan 

Bertemu itu pandangan 

Kerasnya bentuk mengisi 

Pembicaraan yang bertemu 

Pembaringan imaginasi terbentuk 

Terselip nyaring bertemunya 

Rupa jenis dan ukuran kerasnya.....

tidur

Diam tanpa bicara 

Tanpa ada tanya 

Tanpa menjawab 

Tanpa cerita 

Sedikit juga 


Wajah datar 

Tanpa ekspresi 

Pandangan entah kemana 

Keingintahuan masihkah tersisa 


Mendekat lagi 

Agar semakin jelas

Seandainya saja kaca itu

Tak menghalang matanya 

Mudah mengerti 

Semakin jelas lagi 

Tanpa menunggu lama 

Datangnya irama dengkur 

bikin enak

keinginan yang pernah ada

di dalam sapaanmu

melintasi jalan kecil saat kita bersama

tak lain telah membuat baru

caraku merasakan keadaan

bikin enjoy juga bikin enak


pernah pada keadaan

juga persediaan

yang masih sulit

direka jadi enak

namun juga akhirnya

telah dapat membentuk

semakin jadi enak......

aaahhhhhh


apalagi

memang itu enak

bukan memelintir

kenyataan rasa yang ada

sudah enak adanya

jelas saja....

bikin enak tentunya

akan berisi

 canda atau pilihan cara

bahwa akan sampai
pada waktu
nantinya terisi
sekarang
tidak ia katakan

udara dingin
ruang beku
air dingin
atau yang mengkristal
bukan jawaban

jika kapan
boleh mendekat
ia menuntut kepastian
ia enggan menajam
agar kebebasan punya bentang

setara omong kosong
Juga masih ada 
Tiada langsung berlalu 
Menyuarakan lain 
Yang maksudnya 'bohong'

Yang sebagian 
Tetap sempat menengok 
Memastikan apakah 
Itu masih melompong....


Total



Tidak menarik sore itu 

Dibubuhkan sebuah nama 

Yang mengarti pada kegagalan 

Apalagi kegagalan total perburuan 

Total ditempuh dengan mengendapkan 

Langkah - langkah menyabarkan rasa 

Agar ada yang terbidik sebagai menu 

Tanpa menyadari langit yang setia 

Menjadi saksi semua langkah kala itu 

Telah berangsur-angsur menggelap

Gelayut awan -awan saling berhimpit menebal 

Bersamaan pula dengan kedatangannya 

Sayap - sayap itu semakin meramaikan 

Pemandangan di atas ....

Memalingkan perhatian yang semula 

Hanya di rimbun semak dan pepohonan 

Lalu beralih pada keramain barisan langit ...

Apakah gerangan para pemilik cakar-cakar itu 

Yang lalu lalang di atas itu...

Yang membuat semua buruan bersembunyi 

Tak jelas maksud mereka ramai diatas sana 

Punya mau selain hanya kelincahannya 

Menjelajah luasnya langit dengan sesekali 

Terdengar lengkingan tanda dan isyarat 

Bagi kawanan atau mendorong mangsa 

...

Gagal tidak sepenuhnya total 

Ada hal besar bahkan lebih besar 

Yang terkadang dapat ditemukan....


Mencuci

menangani berbagai

urusan kotor

cerita setelah dipakai

lebih sering

daripada kebalikannya

cerita sebelum dipakai

walau

tetap sama

pada rentang putaran

babak mengulang serupa

membersihkan

lalu dikotori lagi

mencuci dengan maksud

supaya bersih




Itu Jauh Guys



Kesempatan bisa datang 

Bukan hanya sekali 

Cari yang nggak laku 

Siapa pula yang mau 


Pilih yang murah 

Seringkan kamu dibikin 

Semakin bertambah gerah....


Gimana yang adem 

Emang kamu orang bakalan betah 

Kalo tempat itu bisa kasih makanan 

Ini cukup lumayan jauhnya guys 

Harus rela jalan lumayan panjang 

Baru mulai kelihatan aslinya tempat 

Belahan belahan bumi 

Yang seperti masih selalu 

Menyembunyikan  sisi keindahan 

Dengan bertabur macam kelezatan...

Tertimbun



Butuh pengalaman 

Melihat seperti rasa itu

Mencari bentuk yang kelihatan

Menggali  bahkan yang tidak terjangkau tangan

Menemukan yang tidak mungkin terlihat lagi

Kelezatan itu berada sangat dekat

Tersimpan dan tidak bisa ditunjukkan

Di dalam sebuah bentuk yang terpisah-pisah

Berada untuk penghuni yang menyatu

Istimewa menjadi yang disebut sebuah santapan...

Buat pesta atau keseharian semau lidah menyentuh.......


Potong Potong



Dalam usaha yang sangat cerdik 

Ia lincah mengecilkankan bentuk 

Kusuka caranya membentuk 

Dengan sangat mudah dan cepat 

Tahu nggak tujuannya?

Aku menggelengkan kepala saja 

Sambil mbantunya menyusun 

Ditempat lain yang disiapkan....

Lalu ia mengangkat yang besar 

Kemudian ia bertanya lagi 

"You nggak habis kan ukuran ini?"

"Ha ha ha, head nggak lah sebesar itu!"

Ia terus lincah memotong dan memotong sambil mengangguk - angguk mengiyakan ukuran yang ditunjukkan.

"Dengan lumuran bumbu sejumlah ini dan terbatas waktu kita memasak, maka tidak akan ia matang hingga meresap dan enaknya pasti beda , karena tidak sampai dalam"

Api panggangan itu memanggil-manggil 

Baranya telah semakin tampak memerah 

Tinggal menaiikkan ini semua sesaat lagi....

Bumbu




"Ada yang kurang!"

Ia mengajakku berlari keluar.

Tidak lebih dari seratus meter Kami sudah tiba do bawah pohon rindang.

"Itu dia "

Lalu aku memunguti buah-buah yang sudah terjatuh itu. Keranjang kecil yang dibawanya sudah terisi setengah lebih.

"Cukup" kita pulang.

Merasa penasaran aku bertanya kenapa tidak ambil yang masih berbentuk bagus yang berada di pohon.

"Ini buah asam, yang akan kita gunakan untuk bumbu masakan kita, juga nanti kita bisa buat minuman.yang ini sudah sangat baik dan lebih baik daripada yang masih di pohon itu."

Lalu kuikuti saja ia yang bergegas kembali me dapur. Sambil melangkahkan kaki mengikutinya terpikir olehku betapa luarbiasanya alam yang sudah memberi kemudahan, bahkan memilihkan yang terbaik. Hal yang baru aku sadari saat mulai belajar memasak dengannya.

Kekurangan yang dapat dilengkapi dengan melangkahkan kaki sedikit menambahkan bumbu yang ternyata walau cuma satu tambahan tetap memberi ilmu tambahan yang bermakna.


Bikin Lagi




Yang enak bikin nambah 

Bikin lagi sudah lumrah 

Yang enak disukai

Yang tidak dijauhi 

Bahkan dihindari

Terkadang juga dibuang 


Itukan umum bukan formula 

Rahasia resep dimana ada 

Orang di sana suka memberi 

Macam cara untuk siapa.....


Mengulang yang enak 

Mencipta yang sedap 

Menyantap yang lezat 

Dan siapalah  mendekat 

Kecap bersama semua yang nikmat.

Jangan puma takut kehabisan 

Bikin lagi kita bersama-sana.