kemana arah angin
itu mengisah indah
tentang engkau yang datang
dan memiliki langkahmu sendiri
membawa hatimu yang gundah
namun tetap diselimuti warna gembira
Terang belum datang
Lewat dari semua yang masih tertidur
Kita berjarak masih sangat jauh ketika itu
Nestapa menjauhkan semua cara untuk bisa
Melihat jelas gambarmu dengan alat pendekat
Seandainya hanya kata yang meluncur semu
Mengobati kegalauan yang merindukan
Bidikan terbaik menjangkau wajahmu
Mendekat dan menampakkan pada jangkau kedua mata bisa terhibur
Hingga ada gerak menyuarakan
Yang tak lain tentang kenyataan
Bagian yang menjadi mustahil untuk mampu
Dijadikan sebuah keutuhan gading sebulat kepolosan bocah kecil punya mau....
Sesuka hati bagai kerbau berkubang lumpur
Segembira mereka yang bermandi dan bermain pasir di bibir gelombang
Sebebas hatinya tanpa perlu meronta
Dari cengkeram rasa takut akan adanya
Bayangan -bayangan keluar masuk dari
Ingatannya yang telah dicemarkan oleh keadaan jaman miliknya....
Gambarmu pun memudar semakin jauh
Untuk dapat dikisah lagi
Namun tidak dengan arti yang kaumiliki...