Tertimbun



Butuh pengalaman 

Melihat seperti rasa itu

Mencari bentuk yang kelihatan

Menggali  bahkan yang tidak terjangkau tangan

Menemukan yang tidak mungkin terlihat lagi

Kelezatan itu berada sangat dekat

Tersimpan dan tidak bisa ditunjukkan

Di dalam sebuah bentuk yang terpisah-pisah

Berada untuk penghuni yang menyatu

Istimewa menjadi yang disebut sebuah santapan...

Buat pesta atau keseharian semau lidah menyentuh.......


Potong Potong



Dalam usaha yang sangat cerdik 

Ia lincah mengecilkankan bentuk 

Kusuka caranya membentuk 

Dengan sangat mudah dan cepat 

Tahu nggak tujuannya?

Aku menggelengkan kepala saja 

Sambil mbantunya menyusun 

Ditempat lain yang disiapkan....

Lalu ia mengangkat yang besar 

Kemudian ia bertanya lagi 

"You nggak habis kan ukuran ini?"

"Ha ha ha, head nggak lah sebesar itu!"

Ia terus lincah memotong dan memotong sambil mengangguk - angguk mengiyakan ukuran yang ditunjukkan.

"Dengan lumuran bumbu sejumlah ini dan terbatas waktu kita memasak, maka tidak akan ia matang hingga meresap dan enaknya pasti beda , karena tidak sampai dalam"

Api panggangan itu memanggil-manggil 

Baranya telah semakin tampak memerah 

Tinggal menaiikkan ini semua sesaat lagi....

Bumbu




"Ada yang kurang!"

Ia mengajakku berlari keluar.

Tidak lebih dari seratus meter Kami sudah tiba do bawah pohon rindang.

"Itu dia "

Lalu aku memunguti buah-buah yang sudah terjatuh itu. Keranjang kecil yang dibawanya sudah terisi setengah lebih.

"Cukup" kita pulang.

Merasa penasaran aku bertanya kenapa tidak ambil yang masih berbentuk bagus yang berada di pohon.

"Ini buah asam, yang akan kita gunakan untuk bumbu masakan kita, juga nanti kita bisa buat minuman.yang ini sudah sangat baik dan lebih baik daripada yang masih di pohon itu."

Lalu kuikuti saja ia yang bergegas kembali me dapur. Sambil melangkahkan kaki mengikutinya terpikir olehku betapa luarbiasanya alam yang sudah memberi kemudahan, bahkan memilihkan yang terbaik. Hal yang baru aku sadari saat mulai belajar memasak dengannya.

Kekurangan yang dapat dilengkapi dengan melangkahkan kaki sedikit menambahkan bumbu yang ternyata walau cuma satu tambahan tetap memberi ilmu tambahan yang bermakna.


Bikin Lagi




Yang enak bikin nambah 

Bikin lagi sudah lumrah 

Yang enak disukai

Yang tidak dijauhi 

Bahkan dihindari

Terkadang juga dibuang 


Itukan umum bukan formula 

Rahasia resep dimana ada 

Orang di sana suka memberi 

Macam cara untuk siapa.....


Mengulang yang enak 

Mencipta yang sedap 

Menyantap yang lezat 

Dan siapalah  mendekat 

Kecap bersama semua yang nikmat.

Jangan puma takut kehabisan 

Bikin lagi kita bersama-sana.


Edan Enaknya


 

Saat mereka bilang 

"Pas banget...!"

Tak diragukan tambahan lain 

"Mantap bro....!"

Ini luar biasa membuatnya 

Meluncurkan macam sebut...

Tanpa terhitung...

"Gila abis....!

"Mantul sana sini....!

Hingga sulit ditulis...

Menjadi sebuah kata 

Intinya...

Kira - kira seperti ingin teriak 

Jangan dirantai 

Apalagi dipasung gila yang ini....