Lagu

Senyap sudah digantikan 

Letak sepinya 

Memasuki tetabuhan 

Sekejab menyusul nyanyian 

Dari tulisan -tulisah lontar tua...

Yang nyaris lapuk 

Oleh perjalanan waktu....

Ooohhhh tanpa wejangan 

Untuk apa semua itu 

Susah payah dipertahankan

Bilakah diminati dinegeri seberang 

Nan jauh di sana...?

Untuk yang bisa bertanya

Jangan semudah kata menambah hanya 

Karena semua bukan terujar sebagai goda 

Konon gambaran sebuah struktur terkuat 

Bagian dari yang dimilikinya ....

Tiada berbanding dengan lantunannya 

Yang memang hanya terdengar halus.. bahkan samar -samar bagi yang ingin mendengar....


Arang

Oh begitu syahdu...

Rasa yang telah tertuang 

Bara yang telah sekian lama 

Menyala dengan pendar apinya

juga dengan tebaran kehangatannya 

Mengisi setiap ruang di paseban 

Memaniskan keadaan sebelum

Menginjakkan kaki di beranda...

Generincing riuh datangnya sambutan 

Setiap pengiring...

Mendamba senyuman 

Walau sedikit....

Dari singgah sana 

Yang telah mendekatkan 

Kebesarannya di tempat itu..

Tiada tahu akankah semua itu 

Berlangsung hingga bara telah berubah...


Pasrah di Biak

Sebuah tanggapan 

Sedikit beda usai kueja 

Aku hanya mau meluruskan 

Setiap saat kita tidak sama terus 

Juga tidak terus sama...

Bersemangat memang tepat 

Itu juga bikin orang jadi hebat 

Kala di Jaya Wijaya semua hebat dan bisa tepat ....

Namun tidak seterusnya semua begitu

Yang lain juga tahu , yang terus juga yang tunda 

Setelah melewati hari demi hari...

Di Biaklah aku pasrah... 

😐tidak ada yang tidak lelah...

😥keringat itu semua punya....

Hanya tentang tempat dimana ia memang jalanya ... begitu 😉 seperti kebetulan saja.


Untuk Bisa Lewat Jalan

Betul dan tidak diragukan 

Apa iya kalo duduk mulu nyampe 

Yang datang kesana tidak pake roda empat 

Itu semua untuk dilewati para pejalan 


Harusnya memang begitu 

Tegak sang penjaga 

Setiap ada yang menuju kedalaman 

Memastikan semua dapat sampai 

Pada tujuan bersama....

Jauh Kelewatan

Kan sudah ada...?

Ada apanya sih...

Suara itu tidak sendiri

Meskipun bukan perdebatan

Apalagi kemarahan hingga permusuhan

Yang jelas gitu!.. kalo ngomong

Ini Kelewatan...!

Suara itu semakin keras

Nadanya juga semakin meninggi

Entah akankah pembicaraan itu berarti....

Ini KURANG JELAS APA !!!

Yang jelas ??? BRO!..  nggAK USAH JUGA PAKE TERIAK!! Itu yang sudah kelewatan!

Ini atau itu yang jalan surga atau neraka terserahlah...


Perubahan memang beda sekarang

Bisa jadi suara mereka sudah samapai atap....

Kalau hanya atap , tidak juga

Mungkin atap lantai 4 atau yang kesekian

Kalau terserah  DIAMlah; nggak usah pake STEL SUARA!

Ini KAU tau ...  SUDAH terlalu jauh!!!  

MUNDUR!!!

NGOMONG gitu aja, gak usah pake repot....... 

kan enak...!

MAKSUDNYA maju MUNDUR apa Mundur Maju, Cooooiii!!!

aukah... elllap! 

Bekas Jadwal

Bekas

Sudah nggak dipakai

dulu baru

disayang-sayang

jadwal dulu

dikatakan sudah lewat

jadul

tampak tidak relevan

orang hebat

keren katanya update

kudu tahu

jaman udah beda

lewati

saja yang lama

kalo mau cepat

biar tidak telat

tahu jadwal

yang terbaru

dan tercepat....

hebat

maunya

besar

nyatanya

butuh lebih

lama lagi

buat bisa

tumbuh......



Hingga Berkedip

Siang bolong disebut orang 

Penuh semua mata dibelalakkan 

Hanya oleh rasa penasarannya

Ditimbang pendadaran seulas syarat 

Kala sang pujaan nyata rela mendekat

Mengapa kata orang tiada akan memuas 

Dua hingga tiga orang pun terlampaui sudah  ...

Masih juga belum percaya dipenantian tanpa terasa berjalannya waktu...

Tiada ingin terlewatkan saat terindah di pulau pujaan 

Oooh dan wowwwp dan semacamnya ternyata tiada sempat terucapkan 

Begitu cara yang dijumpa ternyata memutar  nalar baru yang luput dari mimpi kebanyakan isi kepala yang selalu menanti di sini....