Senandung di Dapur Kayu

Senandung di Dapur Kayu

​Di ambang jendela di mana cahaya pagi jatuh melantai,

Harum rempah dan butiran gandum mulai terurai.

Tangan-tangan tenang menari di atas meja kayu yang tua,

Mencipta rasa dari kasih yang tak perlu banyak bicara.

​Di sudut kuali, api kecil berbisik tentang kesabaran,

Setiap irisan adalah doa, setiap adukan adalah harapan.

Suasana hening, hanya desau angin dan gemericik air,

Membasuh lelah, membiarkan segala gundah memudar dan cair.

​Lihatlah si mungil, penghuni ladang yang datang bertamu,

Mata bulatnya berkilau, mengintip di balik rumpun gandum yang meramu.

Ada harmoni yang tercipta antara manusia dan alam yang setia,

Dalam sepiring hidangan, tersimpan sejuta makna yang mulia.

​Di sini, waktu seolah berhenti dalam sebuah pelukan,

Kesederhanaan adalah kemewahan yang tak terlukiskan.

Dapur ini bukan sekadar tempat meracik bahan,

Namun oase bagi jiwa yang rindu akan ketenteraman.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar