Haus
Haus tidak sama dengan aus
Kalau aus tidak menggunakan huruf "H"
Baik itu yang berupa huruf kecil
Maupun yang dalam bentuk kapital
Jadi huruf yang kedelapan ini
Tidak digunakan diawal kata
Sehingga di dalam menuliskannya
Tentu saja lebih mudah dan membutuhkan
Waktu yang lebih singkat
Lalu jika bukan aus yang ingin dikatakan
Mengapa ia dibicarakan atau sonatas dahulu
Apakah cara ini merupakan hal yang penting juga.... mungkin dan sangat biasa gila ada saja orang yang ingin berkomentar lebih....
Bukankah lebih enak langsung saja...
Guys...!
Haus? MUNUM!
Serunya ngegym saat bisa ngumpul,
hebohnya dances yang baru dicoba bareng.... tak adakah hubungan dengan
Sebuah sebab akibat
Yang layak diperbincangkan
Sembari strap tetap mengelus - elus
Layar.....
Hingga haus lagi
Selagi haus minum...
Bukankah itu juga isyarat kehidupan salah satu sinyal terpenting dari tubuh kita
Yang tiidak semua orang
Mau memandang tubuh kita dengan perspektif yang sama....
Apalagi yang masih kelewat....
Haus....
Pasti yang terbaik dilakukan minum
Minuman yang seha dan tentu saja yang halal.
Recipes
Di Antara Gelombang dan Cahaya yang Tabah
Terapung aku di pelukan perairan yang maha luas,
Di mana langit dan laut menyatu dalam pekat yang buas.
Tiada satu bintang pun berani menitipkan cahaya,
Seolah semesta sedang sepakat untuk bungkam dan rahasia.
Hembusan angin kini tak lagi sekadar menyapa,
Ia menerpa wajah, membawa asin dan dingin yang menempa.
Aku hanyut, larut dalam tarian gelombang yang tak menentu,
Menjadi bagian dari kegelisahan malam yang membeku.
Namun, lihatlah...
Masih ada setitik lampu badai yang setia di sudut sana,
Membakar sisa minyak, merajut cerita dalam nyala yang fana.
Teramat kecil ia, nyaris tak terlihat di tengah amuk samudera,
Namun bukan berarti ia tiada arti bagi jiwa yang lara.
Ia adalah keberanian yang menolak untuk padam,
Di saat kegelapan mencoba menelan segalanya dengan kejam.
Dan di detik yang penuh guncangan ini, pikiranku melayang padamu...
Apa yang kau rasa di tempat yang jauh, di balik ufuk yang bisu?
Apakah kau sedang menatap hujan, atau terlelap dalam damai?
Aku tidak tahu sama sekali, hanya rindu ini yang tak kunai.
Di sini aku, berteman pelita kecil yang gemetar,
Menitipkan doa pada angin agar kau tetap tegar
