Recipes


​Di Antara Gelombang dan Cahaya yang Tabah

​Terapung aku di pelukan perairan yang maha luas,

Di mana langit dan laut menyatu dalam pekat yang buas.

Tiada satu bintang pun berani menitipkan cahaya,

Seolah semesta sedang sepakat untuk bungkam dan rahasia.

​Hembusan angin kini tak lagi sekadar menyapa,

Ia menerpa wajah, membawa asin dan dingin yang menempa.

Aku hanyut, larut dalam tarian gelombang yang tak menentu,

Menjadi bagian dari kegelisahan malam yang membeku.

​Namun, lihatlah...

Masih ada setitik lampu badai yang setia di sudut sana,

Membakar sisa minyak, merajut cerita dalam nyala yang fana.

Teramat kecil ia, nyaris tak terlihat di tengah amuk samudera,

Namun bukan berarti ia tiada arti bagi jiwa yang lara.

​Ia adalah keberanian yang menolak untuk padam,

Di saat kegelapan mencoba menelan segalanya dengan kejam.

​Dan di detik yang penuh guncangan ini, pikiranku melayang padamu...

Apa yang kau rasa di tempat yang jauh, di balik ufuk yang bisu?

Apakah kau sedang menatap hujan, atau terlelap dalam damai?

Aku tidak tahu sama sekali, hanya rindu ini yang tak kunai.

​Di sini aku, berteman pelita kecil yang gemetar,

Menitipkan doa pada angin agar kau tetap tegar


... 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar