Kepiting



telungkup

diam

tanpa gerak

bukan ditempatnya

hidup

berintuisi lari

tidak kini

krekkkk

bunyi keras kulit

terbelah, terpotong...

lanjut lumat dan sesap

gurih


Media Bekas



Namanya juga sudah jelas

Maka jangan pula bicara alas

Untung itu masih ada

Sobekan majalah terbawa

Iseng beli koran

Saat harus terhenti diperempatan

Beberapa lembar daun kering

Biarlah itu jadi kemewahan kita

Terpaksanya ada yang tidak bisa

lantaran tidak biasa 

biarlah mencari bebatuan

untuk dapat digunakan

jangan bilang kalau dia gila

karena kita yang dianggap olehnya

Dia sudah sangat melawan rasa takutnya

memasuki daerah liar seperti ini

Tapi ia juga sudah sempat berbisik

sambil tersenyum...

Pengalaman seperti ini

tidak bisa diukur dengan harga...

Artinya walau pun dia masih  sangat waspada

itu bagian darinya yang selalu di tempatnya

yang selalu ia tata sendiri semaunya....

Tapi hatinya sudah diletakkan

dan tampak menikmati kebebasan alam

yang menyambutnya apalagi orang-orang

yang saling memperhatikan saat menempuh

tempat semakin jauh ini......

Sedikit Rawatan




Sedikit sentuh pada tombol

ingin tahu ada dimana ia kini

saat itu sambil istirahat

melihat cermin

sedikit merawat

satu dua penghias wajah

wait...

in touch for minute

satu dua teguk saja bersamanya

menghela nafas


butuh uluran

tangan baiknya pasti

bagian yang lebih jauh

ada juga yang ini bukan penghias

dibukanya perlahan kutang

dia sedikit mengamati

bagaimana ada juga cerita sampai di sini

ia seperti sudah sangat tahu

tidak langsung menekan dengan

keras apalagi agresif...

juga ia tidak langsung menusukkan

namun dengan hati-hati

bahkan sangat lembut

bisa juga jerawat itu 

dibikinnya menghilang juga

setidaknya mengempis dan gak bikin 

gelisah mengganggu punggung.....

untung jalan bareng teman baik....

rawatan sedikit saja dengan olesan seadanya

setidaknya tidak mengganggu perjalanan......

Natural apakah bebas dan liar?

harga panci 
menjadi hal yang mudah 
Untuk ditebak atau diperkirakan 
Utamanya yang suka masak dan 
Belanja alat -alat sejenis itu 
Namun aku bukan 
Pendemo panci yang pandai 
Untuk berkata -kata..., berlebihan 

Namun jika bicara cost yang bebas 
Seliar kita mau pake 
Dimana tempat nyata belajar 
Akankah liarnya binatan-binatang 
Dihutan itu 
Boleh menjadi tempat bertanya...
Siapa yang tidak percaya 
Mereka tidak diurus 
Siapa yang mau jadi pengurus 
Makhluk sebanyak dan seliar itu mereka tidak ingin kurus hingga semua rela 
Untuk berebut makanan 
Tapi tak ada yang memburu 
Untuk menggemukkan diri sendiri 
Omong kosong jika semua itu 
Pemecah masalah utama 
Kawananya beramai -ramai 
Menyantap begitu lahapnya 
Meakipun tanpa punya dapur 
Apalgi lampu penerang 
Sama sekali , mereka
Tidak mbutuhkannya  ...

progresif

Keinginan itu sesuatu yang boleh 

Untuk dimiliki dengan atau tanpa syarat 

Yang bebas atau yang mengikat 

Namun tidak semua ada 

Di tempat yang sama dapat melihat 

Hal yang dapat dimasukkan penting itu 


Ini bukan tentang kemajuan 

Atau prestasi gemilang untuk dibusungkan

Sebagai bagian pencapaian terbaik atau 

Sejenis cara lain biar lebih tampak 



Ia yang dialiri akan faham akan filsafat hidup 

Sebelum ada agama apa pun menjadi 

Pengisi keindahan bumi ini....

Tak ada dari mereka bahkan terbelakang pun  bertanya mengapa 

Ia yang akan dimasukkan itu 

Harus dimandikan dahulu.....

Di sini karya cipta teragung diakui 

Dihormati melebihi dari anugerah lainya

Yang lain dijaga juga mendapat 

Tempat dan penghormatan sesuai 

Dengan keadaan hingga kegunaan ...

Permukaan yang berupa 

Karya tangan manusia telah menjadi 

Konsumsi penghuni planet yang turut 

Ikut kagum juga akan masa lalu 

Kemajuan 

Boleh membanggakan 

Namun ada yang tidak boleh hilang 

Yakni sesuatu yang dianggap hakiki...

OT Full 🎵



Bayangan

 

Padam segala ujar 

Diam tanpa sedikit kelakar 

Selicin lapisan terluarnya akar 

Dipilih jadi jembatan hatinya berkibar

Menelusup hingga membelah tanpa ampun 

Dalamnya cadas Mankato sesap kelembapan....

Itu bukan jalan seringan omong kosong para pemilik cara membagikan kekuatan 

Yang berbelok arah tanpa mengerti muara kisah pun buta akan tujuan yang layak dapat digapai bersama... 

Bagaimana mungkin auara mimbar 

Yang tanpa pernah bisa menggapai dengar 

Para pemangkir terang siang hingga memilih sembunyi dalam tanah -tanah becek dan berlumpur, tanpa pernah kehausan.....

Mengubah aslinya tabiat seangkara yang menjijikan dan sering dijauhi tanpa menyisa ruang buat melirik kekotorannya pada setiap ujung cara membidik untung berjuta cara.

Ketakutan telah membuat mereka berlari tanpa perlu bicara regulasi saat makhluk -makhluk yang tak makan nasi mengganti tempat yang dianggap keberadaan pada waktunya hanyalah bayangan dirinya sendiri yang dihimpun oleh serankai maksiat dan ambisi.

Seperti ia berharap ada perikicil dari negeri dongengnya, yang kelak membawanya bebas agar tidak lagi ia terkungkung di istananya sendiri oleh kejailan tangan -tangan bodoh yang sering tanpa menyadari apa yang dilakukan.

Itu adalah tempat pujaan hatinya yang menghilang tanpa dapat ia jumpa hingga kini, disana ia meratapi peristiwa yang tak pernah ia dapat lupakan, dan disana ia pernah nyaris hampir kehilangan akal, juga disitulah kebanggaannya yang tidak mungkin di jamah oleh setiap orang yang hanya bisa melihat...

Semanis apa peramu menampakkan arah dihadapannya  akankah cukup membuatnya beranjak tanyakan pada mereka yang telah mencoba... tak ada yang lain kecuali kesia -siaan dan pulang dengan tangan hampa.... 

Ada yang dapat menggempur bayangangannya ... ia sedang tersenyum ringan mengampiri batu -batu palsu juga bentuk bentuk serupa logam...

Apa yang ia kerjakan....?

Ini baginya waktu buatnya bekerja, bukan untuk bicara tanpa arah.....

merinding

 


Disana banyak orang

Sudah membuat banyak sekali

Hal hebat dan besar

Disaksikan juga disukai

Oleh banyak penggemarnya


tak bisa dipungkiri

kepekaannya dalam menuang

imaginasi dan buah karya

membuat

bulu kuduk merinding

penanda kekuatan dirinya

membawa murninya rasa.....


apalah itu semua

bagi yang tidak mengerti

tanpa seujung kuku

memberi kekuatan diri hingga 

kini hanya sebatas bayang-bayang

terentas semua oleh gelapnya hari

tanpa selembar daun yang tampak lagi....