Gubuk Kecil

Ya inilah 

Inilah tempat yang dipilih 

Dipilih jadi tempat terbaik 

Terbaik karena tidak ada pembanding 

Disinilah satu, dua tiga hingga sampai 

Jari tangan satu orang tidak cukup lagi 

Untuk menghitung mereka yang datang 

Datang untuk sekedar ngobrol  biasa 

Ngobrol ngalor - ngidul menghibur diri 

Dirinya yang sedang penat ingin pulih 

Ingin bangkit lagi sambil mencari.....

Apalagi yang dicari sambil ngeteh ngopi 

Disela kelakar kesana - kemari kalau bukan tambahan inspirasi karena diyakini sepertinya semua  kepala itu sudah berisi 

Mungkin bisa jadi ada yang isinya sudah sangat penuh, tidak muat lagi dan boleh dikata luber yang pasti mudah dibayangkan kalau sudah tidak bisa diisi lagi.....

"Jangan tertawa kalau belum ingin tertawa " begitu ia berbisik ketika di gubuk kecil itu masih membawa aturan ditempatnya yang dia sendiri sudah lupa....

"Ini  dia... !" Sesaat berlalu tiba sudah menu pinggiran buatan yang aromanya sudah bikin nggak tahan...

Yang maju semua tangan... apalagi jika bukan 

Untuk mulai menggasak hidangan beramai ramai hingga ludes seganas cara  pasukan piranha mengganyang sepotong daging yang datang di wilayahnya....

CUEk AMA SIAPa

oh alignment lagi-lagi
Compose bukan sembarang compose 
Viral semua karna disuka 
Tidak oleh sebab yang sebaliknya
Lirik itu berbaris -baris 
Hanya sebentar tereja mata ngantuk

Lain hari 
Sempatku berpegang padamu 
Terpana bak patung membisu
Kau tahu apa yang sebenarnya 
Saat mengerti sangat nada menyengat 
Yang tak mungkin lupa 
Dengan  begitu saja pada 
Caramu mengungkapkan keagungan
Yang diartikan banyak kalangan 
Tanpa deficit pun mengagungkan diri sensors.. multinya supersensor sebagai kata lain... mungkin begitu karma bingung bagaimana mengatakannya.


 

Goyang Pasti Beda....

Lagi Fresh: Semaunya Goyang Pasti Beda....: Keseimbangan dan kesehatan ditambah dengan ketrampilan dan kepercayaan dalam bekerjasama dan beraksi menghasilkan karya dan suguhan yang men...

=^:^=
Katakan saja 
Kesimpangsiuran apa 
Yang berada dibelakangku 
Jalan masih panjang 
Ini hari menjelang pasang 
Tiada mungkin menutup semua 
Gelombang hasrat terdalam
Atau keinginan menghancurkan 
Bentukan, guratan masalalu selunak lukisan kue ulang tahun.



Tahunya Masih Terbatas

Empuk memang tidak selalu gembur

Itu istilah yang kadang dipakainya.

Gima ya...?

Yang jelas setidaknya bisa dikunyah lah...


Kedelai memang keras

Tapi ketika sudah digiling

Saya tidak tahu dimana itu....

Tahu-tahu sudah disini... saya beli

dari pasar tradisional...

ini bisa langsung dimakan

ia sekarang tidak keras


Tapi ia kan juga bisa

dibuat tanpa hancur

bentuknya masih begini

Tapi rasanya udah lain

Jadi kalo ada yang nany

Biar sekeras bahanya ini

Untuk membuat cetakanya...

Mana kutahu .... ?

https://youtu.be/XPDeUCwb0Pw

Ketidakpahaman

Setiap ada kesempatan

memilih yang masih bisa

untuk dipetik dan dibawa kemari...


bercampur dengan yang lain

Pokok yang ada tetap di sana

ujung-ujung saja kupaham pada bagian

Enak dapat dijadikan campuran


Begitu sejak awal

hingga kini tangan-tangan itu

Membawa sedikit pengertian

Tanpa bicara banyak hal

Apalagi yang tidak dipahaminya.

Itu yang membuatnya merasa enak.

Ada Awalnya

Aku tidak ingin begitu saja

Mengubah istilah"ujug-ujug"

Dengan kata juga istilah lain


Geulis pisan seperti inginnya

tak hanya sekali pandang

Mengulang berbaliknya pengertian


Jika semua bagian kecantikan

Juga dari yang dimakan

dengan perasaan yang senang

Yang ingin kubilang semua itu

Setidaknya tidak ada yang berlebihan.

Permukaan

Pada bagian luar 

Orang semua tahu 

Jelas hingga menjadikannya 

Sebagai namanya 

Ujung ujungnya dilewati 

Celah celah terlukis 

Belahan akan ada disana 

Sebelum jari -jari 

Menggapai 

Manis isinya ...

Mengelilingi biji -bijinya 

Adanya Getar



Sambung dan sambang tanpa ingkar

Penanda bebas dilepas bebas terbiar

Sentuhan dan nyanyian memberi getar 

Sesuka nama dibuatnya semakin ambyar

Bagian yang ditutupi bertbah kian vulgar

Retak memikirkan maunya katanya sigar

Hasrat melumat cepatnya busy bubar

Dalam maunya semua bagian tergelar 

Menggatal kerumun tak cuma menjalar

Garuk menggaruk tanpa memberi nalar

Yang tak lebih dari mengusir rasa lapar

Akan tungku -tungku yang dijadikan mimbar

Biar orang memandang sebagaimana pakar

Karena ada yang telah lupa cara berkelakar

Hingga selalu harus ada di tempat yang benar 

Namun ia kini suaranya menjadi hambar ......


Lamanya Tumbuh

Suruhan siapa
Ia bertandang kemari ....
Sedikit  kusimpan saja keinginan
untuk
Bertanya langsung kepadanya

Lamanya tumbuh rerumputan itu lebih menarik
Tebal yang telah bertahun-tahun tanpa tersentuh
Sisi lain tetap saja tipis secara alami
punya kecantikannya sendiri
jadi penghias di setiap sela pohon-pohon rindang

Seperti keinginan yang lain tampaknya
ia ingin merasa bebas melangkahkan kakinya
Jauh dari simpang siur studi empiris 
Yang pernah menghampiri cintanya 
punya cara memberi cerita selengkap paket komplit
tanpa batas atau unlimited  hingga tak dapat dipakai
oleh yang berperangkat terlalu tertinggal
katannya memberi candaan....
adanya tak segila itu
kecuali menghirup bau bunga-bunga rumput
untuk menghibur diri sendiri

jadi untuk apa
buru-buru menyapanya....
biarkan ia menikmati kebebasannya dahulu ....