Jauh Dari Yang Utama

Mengertikah duhai engkau yang pernah melamun

Tiada mengatakan inginmu jadi apa di sana 

Tiada sempat ada urai yang membukti 

Namun membayang jelas mimpimu bagai lukisan 

Jadi bagian elemen yang usang di setiap mata pendatang 

Dera musim silih berganti meninggalkan jejak-jejak yang semakin dalam 

Disanalah sedikit kisah pernah tercurah, menggigil disela terhimpitnya kisah 

Tubuh sang suhu terbalut kelebatan mulai dari lumut, rambatan daun hingga ilalang yang meninggi menutupi setiap sisi pandang 

Tertatih langkah itu jauh dari keberanian yang membuta dan juga pernah menjauh dari terik yang pernah mengeraskan dan menajamkan tanah -tanah serpihannya meruncing kering.....


Tiga pasang kaki yang datang begitu saja tanpa disambut kecuali beriring gerimis yang kian melebat

Terpisah dari nyanyian yang muncul dalam setiap rimbunan pepohonan ritme atap menerima semua itu diteruskan hingga berjatuhan dalam barisan lubang-lubang kecil yang memunculkan kerikil pada setiap celah rintik kejatuhan pada genangan kecil sebelum ia lalu mengalir menjauh ....

Terpisah dari tiang-tiang penyangga utama ia adalah rancang bangun yang dibuat dekat dan menyatu kendati jauh dari peraduan sang empunya konon membaringkan tubuhnya juga terpisah dengan jarak yang lebih jauh bersekat lorong-lorong tempat menghantar yang terhormat baginya meneguk salam dan jamuan.... menhadap puing-puing pelengkap terpajang panjang dipenuhi selarik kisah...


Tritisan adalah atap tambahan yang menjadi bisa dibuat secara terpisah dengan atap utama atau perpanjangan dari atap yang ada di bagian atas bangunan. Fungsi teritisan beragam, antara lain sebagai pembayang serta elemen peneduh dari cuaca khususnya curah hujan dan panas matahari

Tidak ada komentar:

Posting Komentar