Tampakkah dalam tampang,
Memilih jadi penumpang
Kebetulan lagi senggang,
Untuk jadi apa tiada perlu bimbang,
Padanya yang melihat perlambang;
Menjadi pengisi sebuah ruang,
Untuk dihidang,
Tapi..
Tidak jadi menunya...
Tidak pula nama terenak...
Kalau pun bukan bumbu utama
Atau tanpanya
Nama itu menu tetap sama
Menjabatnya tidak akan mengubah...
Apa pun yang dia punya
Bukan karena nama belaka
Tapi...
Bentuk dari bayangannya...
Walau bayangan itu
Masa lalunya....
Tidak ada komentar:
Posting Komentar