Umbar Liar

Kemari dan masuklah 

Tempat ini 

Mungkin juga cocok buatmu 

Utama yang telah lama ada 

Pada pengakuan akan nalar 

Di tempat seperti ini 

Tiada akan kusebut 

Pada bagian menyimpang 

Milikmu atau milik siapa pun 

Di sini bukan nalar akademis 

Atau sembarang nalar 

Kecuali nalar untuk dapat 

Bertahan..


Akan semua keadaan 

Yang disuarakan orang 

Hanya di sini 

Tanpa intrik2 pembias....

telah menghilang....

...


--


Langkah Pulang ke Desa Kecil


Langkahku kembali, menyusuri jejak masa,  

Di desa kecil, tempat jiwa pernah bertahta.  

Udara pagi menyapa, segar dan murni,  

Membawa harum tanah basah, penuh harmoni.  


Di sini, sawah hijau melambai lembut,  

Tanaman subur, hadiah bumi yang tak surut.  

Penduduk tersenyum, damai dalam sederhana,  

Hidup bersahaja, jauh dari hiruk kota.  


Sapi gemuk merumput di padang luas,  

Ternak sehat, bukti cinta yang tak pernah pupus.  

Kenangan susu hangat di pagi yang dingin,  

Minuman dari tangan sendiri, penuh kehangatan batin.  


Langit biru membentang, tanpa cela,  

Burung-burung bernyanyi, melukis cerita.  

Desa kecil ini, tempat aku bermula,  

Kini kembali, hati penuh rasa syukur yang membara.  


---

Ada ragu dalam langkah kecil ini...akankah di sana

Ada yang mampu mengenali

Akan sejenak kedatangan ini....

Langkah-demi langkah 

kunjung pula kini mendengar 

mendengar kata seperti tanya...

luput terhadap apa pembicara itu seolah mengada

Langkah demi langkah

kini kian terperangah

hanya karena langkah bocah

ia mengartikan bentuk berbelah

wujud yang layak dikata seolah

Ia bagai makna sebuah cermin

Masa lalu yang telah tersepah jaman

Jaman yang katanya kebebasan

Jaman yang tiada lagi penindasan

Janji yang menjauhkan penindasan....

Lukisan masa depan yang digaungkan

Tiada lagi perlu dibeli dengan drama murahan...

Masa depan tidak mungkin diasingkan...

Pesan yang pernah terbuat bagai candaan

Masa kecil yang terlewatkan... ditempat itu

Seperti tersisa air mata , bulir kenangan...

Abad menyisakan genang kenangan

Kian tampak saat pagi datang

Kutanya padanya dalam hening....

"Berapa kali janji mereka...mengusap semua itu?"

"Padanya telah kutitipkan engkau, agar mereka mengerti, juga berbuat..... "


Tidak ada komentar:

Posting Komentar