Kesadaran akan Bidang Miring

Sambil mendinginkan badan 

Menyandarkan diri dibawah pohon yang lebat berdahan 

Yang telah banyak sekali menyediakan alas yang digugurkan 

Pembatas tanah dan tubuh dalam rupa keringnya dedaunan 

Mendongak kupandang sebegitunya perjalanan harus ditempuh dengan perlahan 

Jati, sonokeling, akasia, mahoni hingga yang tak kunenali namanya telah jadi pemandangan 

Pun segala jenis yang menumbuhi sekitarnya bagai tak bernama lagi selain tersemat sebut buat mereka semua sebagai rerumputan

Mengalir satu saja arah pikiran yang ingin ada sampai pada kesadaran 

Mengapa jalan itu pula yang harus membuat kita mengambil hingga mentukan pilihan 

...

Terbayang celoteh guru tua berjenggot putih sambil membenahi letak kacamatanya, pernah mmenggambar sebuah bidang miring di papan tulis...

Sesaat muka berpaling pada tebing curam saat tadi mengalirnya pengandaian pintasan dapat ditemukan, hingga kini setelah sekian tahun dari sekolah menengah kesadaran ditemukan sesaat sedang menghirup aroma keringat kelelahan bersama teman seperjalanan...

Alat bantu pemberi kemudahan ada yang memudahkan membuka dan menutup, meringankan untuk mengangkat hingga memindahkan yang berat...

Engsel kotak plastik terbuat dari plastik, berdenyit kecil ketika seorang teman membuka sisa bekal, lalu dia menutup lagi usai melahap sisanya; entah berapa kali engsel itu telah bolak balik membantu dalam membuka dan menutup....

Setelah kenyang, ia mengungkit sebuah batu yang lumayan besar untuk dijadikan tempat duduk di tempat yang teduh; ia sangat sadar bahwa mengungkit perlu batasan dán tumpuan, bil sudah cukup pas dia tidak akan terus mengungkit, kecuali mengulirkan ke tempat tujuannya....




Tidak ada komentar:

Posting Komentar