Meracik suara gemericik nyanyian parit
Menyandarkan tubuh pada sebatang pohon
Dengan dalam nafas mengela jenuh dan lelah...
Menuang sekisah yang jadi maumu agar ada yang hidup, seperti mimpimu janganlah mengecil, apalagi menghilang...
Pilihlah rebah walau hanya di atas ilalang, Dan biarkan sesaat angin itu membagi kisah ringan buatmu sebagai bagian terbaru hingga terusang...
Mereka yang pernah bertemu bisa jadi telah menandaimu, mungkin juga engkau tidak tahu tanda yang disematkan buatmu sebagai bagian yang terbelakang, kebanyakan, bila saja berangka tiada lebih dari angka enam ;
Sangat mungkin mereka yang tiada kau duga bukan hanya menandai tetapi melihat hidupnya tekat dirimu lebih daripada kebanyakan orang, nyata berani menjadi merdeka sebelum orang merasa merdeka menjadi dirinya, hingga semua itu tiada kata percuma berada di sana berlama -lama ... pun dalam situasi terpahit.
Terlalu mahal buat dilupakan, keningmu mengeja semua jejak terkecil hitungan sembari mengamati daun-daun yang menutupi bunga rumput, lalu kau sibak agar semakin tampak, mekar di dekatmu saat bangun, mengurai harga mahal kenangan karena tiada mungkin diputar kembali....
Berputarnya waktu dan silih bergantinya peristiwa, mereka yang menandai dirimu sebagai yang waktu itu, pun turut merubah bagaimana mereka menilai perubahan yang lihat, mereka tidak lagi melihat engkau, seperti engkau pun tidak meminta mereka melihatnya, semua semakin melihat dari sana apalagi setelah sembilan tahun berganti....
Semuanya bertambah cepat, keadaan juga terus semakin cepat berubah... Masih ada yang ingin engkau katakan, betulkah?
🗣👥🏃🙏🙌
Tidak ada komentar:
Posting Komentar