Nyantai Rembuk

Ketika seteguk penghangat telah menjadi teman obrolan sesaat, rimtik hujan yang sejak beberapa menit seolah akan menghilang, kini kembali semakin terdengar riuh di dedaunan dan di tenda yang kita jadikan pos sementara.

Tarik ulur untuk sepakat menuju pos berikutnya kini menyatu, "Ok! Kita lanjut pagi besok, sekarang semua pulihkan tenaga" dan semua wajah tampak lega.

Hanya ada satu teman terbaik, yang tahu akan kegelisahan ini, akan bagian vital yang sangat lembab dan pasti tidak menyamankan tisur, karenanya ia melebarkan jaketnya dan membuatkan kesempatan mengganti, " Thanks z!"


Tidak ada komentar:

Posting Komentar