Tempat Sang Juragan

Jangan dan jangan lagi 

Kujumpai sudah kesekian kali 

Ketika harus melalui lintasan ini 

Begitu banyak larangankah di sini


Ragu pastilah menyelimuti

Tidak semata oleh hawa dingin 

Ditambah semilirnya angin

Menembus hingga ke dalamnya tulang 

Namun tanda itu seolah jelas melarang 


Untuk siapa sebenarnya itu dibuat 

Kutanya hanya di dalam hati saja 

Untuk semua yang melintas saja 

Atau juga buat sang tuan yang terkenal 

Dan dinamai sebagai seorang juragan 

Agar dia sang empunya jadi kerasan 


Bertanya namun tidak kunjung dijawab 

Terang saja walau tidak cukup benderang 

Berandai disana ada yang dapat ditanya 

Tentu sejadinya tidaklah akan demikian


Barang ampuh rasanya dalam dan bisa jadi berada jauh di sana. Namun praduga itu tetap saja hanya praduga, hanya langkah kecil kulewati saja setiap jengkal pandang semua tempat yang memang harus menjadi lintasan, termasuk mereka semua yang bertujuan sama.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar